Hallo Pemustaka. Setelah sekian lama Volunteer of the Month tidak hadir, kali ini bertepatan dengan Hari Relawan Sedunia pada 5 Desember lalu, Pustakalana kembali menghadirkan salah satu Kakak Volunteer yang sudah lama bergabung di Pustakalana, yaitu Kak Patria. Yuk kita simak hasil wawancandanya.  

Volunteer of The Month Pustakalana: Kak Patria!
  1. Sudah hampir 10 bulan, kita sedang ada di masa Pandemi Covid-19. Pasti hampir banyak hal yang berubah dalam menjalani keseharian. Apa sih yang berubah dalam keseharian Kak Patria?

Sebenarnya untuk keseharian terkait pekerjaan tidak ada yang jauh berbeda karena memang terbiasa bekerja dari rumah, mungkin yang lebih banyak berubah aktivitas di luar pekerjaan. Kebetulan aku suka banget kumpul dan diskusi dengan teman-teman, dan selama pandemi hal itu yang sangat banyak berkurang. Kumpul teman belakangan ini hanya orang-orang di satu lingkaran yang sama saja, seperti pekerjaan atau komunitas. Dan yang paling terasa, di masa pandemi ini aku sama sekali tidak pernah mengisi training dan facilitating secara langsung di instansi dan komunitas, yang biasanya selalu rutin di tiap akhir pekan. Semoga kondisi bisa kembali normal, ya.

Aktivitas Kak Patria sebelum pandemi sebagai trainer dan facilitator
  1. Sudah berapa banyak buku yang Kak Patria baca selama Pandemi ini dan yang paling disukai buku apa?

Kalau buku secara spesifik sih, aku belakangan sedang jarang banget baca, karena aku memang hobinya baca berita. Jadi, apapun itu yang sifatnya berita, pasti akan aku baca dan ikuti perkembangannya. Lagi pula, berita dari sumber-sumber terpercaya itu belakangan semakin unik dan mendalam cara penyajiannya. Belum lagi yang investigasinya mendalam dan berani dalam penyajiannya. Uniknya lagi, sajian berita saat ini selalu bisa mengambil sudut cerita dari banyak sisi, jadi pengetahuan kita juga bisa lebih menyeluruh terhadap sebuah peristiwa dan kejadian. Tapi, kalau ngomongin buku, yang paling sering dibaca ya buku cerita yang selalu dibacakan buat si kecil.

  1. Mengapa juga membaca itu penting?

Menurutku penting banget, bahkan sangat penting. Membaca berita membuat aku bisa mempunyai ragam frekuensi dan topik yang bisa dijadikan bahan diskusi atau ngobrol santai di lingkungan apapun. Selain itu, sangat terasa bisa melihat segala konteks kejadian dengan lebih menyeluruh dan bijak dalam menanggapinya. Tapi, untuk si kecil sendiri -berhubung latar belakang pendidikanku bahasa asing- sangat memperhatikan perkembangan bahasa anakku. Yang saat ini kusyukuri, membiasakan literasi sejak di dalam kandungan membuat si kecil memiliki banyak sekali kosa kata yang dimilikinya dan kejelasan pelafalan setiap katanya. Senangnya lagi, bahkan saat ini si kecil sudah bisa membaca konteks sebuah gambar meskipun belum bisa membaca tulisannya.

Kak Patria bersama putri kecilnya
  1. Kak Patria ini kan jadi satu-satunya Volunteer laki-laki di Keluarga Pustakalana sejak 2015. Ada kesan khusus ga sih terkait hal ini? Suka dukanya apa selama menjadi bagian dari Keluarga Pustakalana ini?

Aku merasa senang di Pustakalana walaupun jarang sekali ada volunteer laki-laki di Pustakalana. Mungkin karena, tanpa membedakan gender, bagiku kakak-kakak di Pustakalana sangat inspiratif sekali. Kesan seperti itu yang membuatku betah selama 5 tahun ini bersama Pustakalana. Dari sejak aku masih jomblo sampai sekarang sudah berkeluarga, Pustakalana selalu bisa memberikan lingkungan dan atmosfer yang menyenangkan dan inspiratif bagiku. Selain itu, aku jadi merasa sangat berguna karena menjadi satu-satunya laki-laki di Pustakalana, paling tidak untuk urusan panjat-memanjat dan angkut barang berat, aku bisa diandalkan. Yah, walaupun kakak-kakak di Pustakalana juga tidak kalah strong!

Kalau sukanya di Pustakalana itu ya banyak sekali, hampir semua aktivitas yang aku terlibat di dalamnya selalu penuh rasa suka di dalamnya. Apa lagi kalau punya kesempatan dengar cerita kehidupan dari teman-teman Pustakalana. Aku selalu belajar banyak. Kalau dukanya apa, ya? Hampir tidak ada, tapi aku kadang merasa bersalah kalau terlalu sibuk dengan pekerjaan dan tidak bisa mengalokasikan waktu di Pustakalana.

Kak Patria saat menyiapkan salah satu acara di Pustakalana
  1. Selain di Pustakalana, pernah dan sedang jadi Volunteer di mana saja? Mengapa juga suka dengan dunia ke-volunteer-an ini?

Kalau volunteer yang menjadi anggota tetap, saat ini aku sedang menjadi anggota di divisi Marketing and Creative di Keluarga Besar Pengajar Muda (Kelar PM), yang isinya para alumni Pengajar Muda Indonesia Mengajar. Sebelumnya juga sempat bergabung sebagai tenaga fasilitator di Gerakan Semangat Selalu Ikhlas (GSSI) dan Sesekali membantu di Kelas Inspirasi bandung. Bagiku, terlepas menjadi bagian dari komunitas atau tidak, aktivitas kerelawanan bisa dilakukan secara mandiri juga. Seperti yang senang sekali aku lakukan, mengisi pelatihan seputar pendidikan dan pengajaran untuk guru atau calon guru. Dan itu membuat aku semakin suka dengan dunia kerelawanan, karena bertemu banyak orang-orang baik di berbagai daerah.

  1. Cerita sedikit pengalaman saat menjadi Pengajar Muda di Gerakan Indonesia Mengajar dong!

Wah, ini pengalaman yang sudah cukup lama, ya. Sekitar 5 tahun silam. Hahaha… Jadi, tahun 2015 lalu aku lolos seleksi sebagai Pengajar Muda di Gerakan Indonesia Mengajar. Kebetulan aku ditugaskan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Di sana aku bertugas sebagai guru olahraga di SDN 39 Inp. Manyamba kelas 1 sampai kelas 6, karena tidak ada guru olahraga di sekolah tersebut. Selain itu, aktivitasnya ya menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli dengan pendidikan lewat beragam aktivitas baik di desa maupun di kota kabupaten. Senang rasanya memiliki kesempatan berharga tersebut, jadi lebih tahu kalau kita memiliki tanggung jawab moral untuk membangun bangsa.

Kak Patria saat mengikuti Gerakan Indonesia Mengajar tahun 2015
  1. Kak Patria ini juga merupakan sosok Family Man nih. Bagaimana Kak Patria memaknai keluarga? Terlebih dengan situasi yang sedang seperti ini.

Bagiku keluarga adalah mediaku untuk semakin bersyukur pada Tuhan, karena setiap aku melihat keluargaku setiap itu pula aku bersyukur pada Tuhan yang telah memberikan anugerah terbesar seperti keluarga yang kumiliki saat ini. Di situasi pandemi ini, aku sangat bersyukur memiliki keluarga yang hampir banyak waktu kuhabiskan bersama mereka. Meskipun ruang interaksi di luar untuk si kecil sangat terbatas, tapi paling tidak kami bisa melakukan banyak hal di rumah. Dan aku bisa lebih banyak waktu melihat tumbuh kembang si kecil.

Kak Patria bersama keluarga kecilnya
  1. Apa kegiatan favorit yang biasa dilakukan bersama keluarga?

Kebetulan aku suka banget masak, dan karena selalu mencari kesenangan di dapur saat jenuh bekerja, keluarga juga jadi ikutan di dapur. Belakangan hal menyenangkan yang dilakukan bersama ya masak. Aku menyiapkan apa yang akan dimasak dibantu istriku, dan si kecil yang juga kami bebaskan saja untuk beraktivitas di dapur entah untuk mengupas bawang dengan tangannya, mengocok telur, mengulek bumbu, mengobrak-abrik sayuran yang sudah dipotong, atau kadang menumpahkan isi bumbu yang siap digiling. Aku tidak keberatan si kecil “mengganggu” aktivitas di dapur, toh belakangan dia juga senang melakukannya. Dan senangnya lagi, si kecil mulai tahu beberapa nama bahan masakan, seperti bawang merah, bawang putih, tomat, waluh, wortel, jamur, dan lainnya. Ya, hitung-hitung contextual learning by doing. Hahaha…

  1. Suka nonton film ga? Kalau suka, film apa?

Aku suka banget nonton film. Hampir setiap hari aku menonton film. Jenis film yang aku suka adalah drama dan superhero. Aku suka film drama karena sangat memperhatikan bagaimana keseluruhan film dibuat, seperti akting pemainnya, warna yang dipilih sinematografinya, musik yang mengisinya, dan detail pendukung lainnya. Aku suka salut dengan kecerdasan sutradara yang membuat film drama sebegitu baik alurnya. Nah, kalau film superhero, aku hampir menonton semua film-film Marvel (kecuali series). Sangat seru rasanya menonton film superhero yang kekuatannya unik-unik.

  1. Ada pesan khusus untuk Pustakalana di hari ulang tahunnya yang ke-5 nanti?

Untuk Pustakalana, semoga terus hadir di tengah masyarakat, karena kita yakin Pustakalana dengan semangatnya dapat memberi banyak kebaikan bagi keluarga khususnya anak. Semoga ke depannya Pustakalana punya kesempatan untuk berjejaring dengan komunitas perpustakaan lain di luar daerah, sehingga komunitas perpustakaan di daerah juga memiliki kualitas yang sama atau mungkin lebih baik dari Pustakalana. Amin. 

Terima kasih ya Kak Patria sudah berbagi ceritanya untuk Pemustaka. Semoga Kak Patria dan keluarga selalu diberi kesehatan, tetap menginspirasi dan semangat berkiprah di dunia kerelawanan ini 🙂

*Wawancanda oleh: Okky

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s