Halo Pemustakalana! Tahukah kamu, Pustakalana Children’s Library yang saat ini ada di tengah kita bersama telah berdiri sejak tahun 2005? Berdirinya Pustakalana diinisiasi oleh beberapa anak muda yang masih bersemangat di ujung masa perkuliahan mereka. Salah satu diantara anak-anak muda saat itu adalah Bapak Hamdan Yudanto, ayah dari dua orang anak yang saat ini juga mulai sibuk berkebun selain bekerja di sebuah instansi pemerintah di Jakarta. 

Bermula dari ngobrol-ngobrol di tongkrongan bersama teman-teman Liga Film Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (LFM-ITB), Pak Hamdan dan teman teman berpikir untuk mendirikan sebuah perpustakaan untuk anak. Dulu, kata Pak Hamdan, ada banyak perpustakaan dan toko buku indie di Kota Bandung, Rumah Buku, Ommunium, Tobucil, Zoe, dan beberapa lainnya. Dari semua perpustakaan tersebut, sayangnya tidak ada satupun perpustakaan yang khusus untuk anak.

“…Kebetulan salah satu dari orang-orang yg ngobrol-ngobrol itu, Cindy Rianti Priadi, punya buku-buku masa kecilnya yg teronggok begitu saja di rumahnya. Kenapa tidak dimanfaatkan?”,  Kata Pak Hamdan 

Obrolan ini kemudian menjadi semakin meluas, Pak Hamdan dan teman teman lalu mulai memikirkan tentang “bagaimana mendekatkan anak-anak dengan buku”. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri, karna imajinasi anak-anak terhadap buku, membaca, apalagi perpustakaan biasanya adalah “membosankan”. 

Setelahnya, Pak Hamdan dan teman-teman mahasiswa akhir tahunnya mulai menunjukkan gerakan yang nyata. Nama Kandi Sekarwulan muncul di tengah cerita kami bersama Pak Hamdan. Ibu Kandi yang saat itu ikut dalam obrolan bersama Pak Hamdan dikenal sangat senang berkegiatan dengan anak-anak dan biasa menggelar event-event kegiatan anak. Dari sini, muncullah konsep “mendekatkan anak-anak dengan buku melalui kegiatan-kegiatan, tidak melulu membaca namun melalui kegiatan fisik yang bergerak.”

Inilah akar dari kegiatan Ruang Terbuka Pustakalana yang saat ini menghasilkan banyak event-event untuk anak dan keluarga. Latar belakang Ibu Kandi turut menciptakan visibilitas berdirinya perpustakaan anak dan ruang terbuka pertama di Kota Bandung pada saat itu di tahun 2005.  

Para anak muda yang kata Pak Hamdan “…adalah mahasiswa2 tingkat akhir yg masih penuh energi dan idealisme..” ini kemudian membuat sebuah diskusi lewat Yahoo Messanger. Bersama Ibu Cindy, Pak Hamdan menghasilkan sebuah nama untuk perpustakaan anak dan ruang terbuka pertama di Kota Bandung itu, yakni Pustakalana, singkatan dari Berkelana di Dunia Pustaka.

Pak Hamdan, Ibu Cindy, Pak Wildan, Ibu Ramala dan Ibu Kandi kemudian menyisihkan uang untuk patungan sebagai modal berdirinya Pustakalana. Mereka bersama-sama membuat proposal dan menyusun susunan manajemen Pustakalana. Melalui kenalan-kenalan mereka di alumni Teknik Lingkungan, ITB. Maka, Pustakalana pun untuk pertama kalinya berdiri di sebelah Winart Cafe, di jalan Bengawan No.60, Bandung.

Awal berdirinya Pustakalana membawa misi yang sederhana namun sangat bermakna, yaitu mengajak anak-anak  berkelana di dunia pustaka. Mengajak anak-anak bermain dan berkegiatan dengan tema-tema yang berasal dari buku. Logo pertama Pustakalana diciptakan oleh Ibu Kandi, pada logo tersebut terdapat tokoh anak kecil bernama Mahoni dan Melati, dua anak yang selalu menjadi tema-tema kegiatan ruang terbuka Pustakalana. 

“Dua anak, laki-laki dan perempuan dengan ikat kepala, biasa digunakan anak-anak ketika bermain, dan sedang membaca buku,” kata Pak Hamdan    

Dan setelah hadir kembali di tahun 2015, Pak Hamdan mengaku takjub dengan Pustakalana yang saat ini telah semakin berevolusi dan berinovasi. “Chica n team are awesome! Beliau lebih dan sangat lincah, dan punya support dari tim dan relawan yg hebat pula,” sebut Pak Hamdan.

Tak lupa,  Pak Hamdan juga memberi pesan untuk Pustakalana dan para pemustaka

“Terus berkelana di dunia pustaka dan terus membuka jendela keingintahuan anak-anak Indonesia! Semoga dapat sustain dan berdikari!”

Potret Pak Hamdan bersama rekan rekan dan pemustakalana di 2005

sources : Hamdan Yudanto, Co-Founder Pustakalana – Interview oleh Fadhila Ulfa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s