Halo, selamat bulan September bagi seluruh pembaca setia blog Pustakalana!

Untuk mengisi bulan ini dengan penuh semangat, Pustakalana kembali menghadirkan salah satu cerita inspiratif dari kakak volunteer Pustakalana, yaitu Kak Nora Meilinda Hardi atau yang akrab disapa Kak Nora. Penasaran seperti apa ceritanya? Yuk, kita simak hasil perbincangannya!

Volunteer of The Month: Nora Meilinda Hardi

Halo Kak Nora, boleh diceritakan terlebih dahulu sekilas mengenai Kak Nora dan kesibukan apa yang dijalani saat ini.

Halo Pemustakalana! Perkenalkan aku Nora, seorang ibu dengan dua orang anak. Saat ini kesibukanku sehari-hari yaitu mengurus kedua anakku, yang satu toddler dan satu lagi balita. Oh iya, selain itu aku juga mengajar dan mengurus pekerjaan kampus, karena masih pandemi jadi semua masih kukerjakan secara online dari rumah.

Kak Nora bersama kedua putranya.

Dengan kesibukan yang ada, masih sempat melakukan kegiatan lainnya ga, Kak?

Kalau boleh jujur sih tidak sempat ya, karena sejak punya anak kedua, aku mulai membatasi diri karena sekarang prioritasku adalah menurus anak dan mengajar di kampus, tetapi sesekali aku masih suka melakukan kegiatan di luar kegiatan prioritasku itu.

Kak Nora bersama kedua putranya.

Nah, sedikit flashback ke masa saat menjadi volunteer Pustakalana. Pada saat itu, kapan dan bagaimana awal mula Kak Nora bisa mengenal Pustakalana?

Bergabung dengan Pustakalana itu kira-kira tahun 2018, aku ingat saat itu anakku masih berusia satu tahun setengah, sedangkan awal kenal Pustakalana itu dari Instagram. Aku suka membaca dan aku ingin anakku juga suka membaca, jadi aku berfikir untuk bisa berkontribusi di perpustakaan anak, agar bisa cari ilmu dan pengalaman juga. Nah, kebetulan saat itu Pustakalana sedang membuka pendaftaran volunteer, jadi aku langsung daftar deh.

Menurut Kak Nora, hal apa yang paling istimewa dari Pustakalana, yang berbeda dari perpustakaan anak lainnya?

Menurutku yang paling istimewa dari Pustakalana adalah orang-orang didalamnya. Berada disekitar mereka membuatku merasakan suasana yang sangat positif. Selain itu, mereka juga sangat menginspirasi. Melalui Pustakalana juga aku bisa mendalami bidang yang aku gemari yaitu buku dan anak-anak dengan cara yang sangat menyenangkan.

Biasanya di Pustakalana berkontribusi sebagai apa, Kak? 

Aku dulu sempat berkontribusi di Ruang Terbuka. Aku sering diamanahi sebagai PIC disebuah acara, pernah juga bertanggung jawab untuk dokumentasi, dan juga tim logisik. Semua kebagian deh kalau bekerja di Pustakalana.

Wah hebat, Kak Nora jadi serba bisa, ya!

Kalau sejak bergabung di Pustakalana, apa momen terserunya, Kak?

Menurutku semuanya seru! Tapi yang paling seru itu kegiatan-kegiatannya ruang terbuka. Saat itu, kami membuat workshop tentang MPASI anak dan ada banyak sekali sponsor, jadi acaranya sangat meriah. Oh iya, saat merayakan hari buku anak, Pustakalana mengadakan acara besar sekali, disana ada banyak anak-anak dan bazar juga, lho!

Seru sekali, ya!

Lalu, selama kakak jadi volunteer, apa pembelajaran paling berharga dari Pustakalana yang hingga saat ini masih kakak gunakan?

Paling berharga itu menurutku saat berkegiatan di organisasinya. Aku belajar banyak tentang bagaimana cara berkomunikasi dengan beragam karakter, menuangkan gagasan kreatif, dan membuat ToR untuk sebuah kegiatan yang sampai saat ini semua itu masih sangat berguna.

Ngomong-ngomong, kalau dilihat dari unggahan di instagram, Kak Nora suka sekali membaca buku, ya?

Ya, aku suka sekali buku, dan dari situ aku ingin anak-anakku juga suka buku. Jadi di rumah, kami membuat pojok baca dan aku juga sering mengajak mereka main ke perpustakaan. Pokoknya sejak kecil aku juga dikenalkan dengan buku, kalau nilaiku tinggi itu hadiahnya main ke Gramedia dan bebas pilih buku bacaan.

Kak Nora bersama putranya saat berkunjung ke Pustakalana.

Nah, kalau buku favorit Kak Nora apa sih, Kak? Adakah buku yang ingin kakak rekomendasikan untuk teman-teman Pustakalana?

Wah ada banyak, tetapi yang paling aku suka itu karya Dewi Lestari, semua buku karangan beliau pasti aku baca sampai habis. Aku juga suka karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Bumi Manusia. Nah, yang ingin aku rekomendasikan itu karyanya Eka Kurniawan yang berjudul Cantik itu Luka dan buku karya Jo Nesbo yang berjudul The Snowman.

Wah, menarik sekali buku-bukunya, ya!

Pertanyaan terakhir nih, Kak. Apa harapannya untuk Pustakalana dalam 10 tahun kedepan?

Aku berharap Pustakalana semakin dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak-anak di Indonesia. Mudah-mudahan juga Pustakalana nantinya semakin memperbanyak koleksi dari buku-buku lokal, ada ruang bermain, dan coffee corner-nya. Terakhir, aku juga berharap semoga teman-teman di Pustakalana semakin kompak dan menginspirasi.  

Terima kasih untuk ceritanya, Kak. Semoga dapat memberi manfaat untuk para pembaca setia blog Pustakalana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s