Membaca Lebih Seru dengan Pop-Up Book

Salam, Pemustaka!👋🏻

Pengalaman seru yang bisa kamu nikmati dengan buku salah satu nya melalui Pop-up Book. Tidak hanya melalui isi cerita, tetapi juga melalui elemen bergerak dan tiap halaman yang interaktif. 🤖📖

Faktanya, membaca buku dengan model pop-up ini ampuh untuk memperpanjang rentang fokus dan perhatian. Selain itu, merangsang imajinasi anak melalui visual 3D yang disajikan oleh pop-up book. 👀

Pop-up book ini menjadi salah satu koleksi yang bisa kamu nikmatin di Pustakalana! Cek koleksi lainnya dengan mengunjungi opac.pustakalanalibrary.org ✨

Infografik ini dibuat oleh Kak Syifa, Kak Ayu, Kak Keysha, Kak Idfi, dan Kak Cylira sebagai tugas mata kuliah Teknologi Manejemen Informasi, Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, UNPAD.

Build your Own Library: Diorama Workshop

Masih dalam rangkaian acara pameran kolase bertajuk “The Many Life Library and Other Stories”, yang diselenggarakan oleh Pustakalana, Ami Juandi Husin (Kolase Ami), dan Rumah Seni, kali ini kembali menghadirkan kegiatan menarik, berupa lokakarya membuat diorama berjudul “Build Your Own Library”. Lokakarya telah dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di Rumah Seni dan diperuntukkan bagi anak-anak berusia 6- 12 tahun.

Pada kegiatan ini, peserta berjumlah 6 orang, nantinya mereka akan diajak menumpahkan imajinasi mereka terkait perpustakaan dalam bentuk diorama yang dibimbing langsung oleh Kak Ami. 

Mengawali kegiatan, anak-anak diajak melihat burung hantu, ikon peliharaan yang berada di area Chanaya Resort. Kak Ami memandu anak-anak dalam berdiskusi mengenai hal-hal yang mereka ketahui tentang burung hantu. Selanjutnya anak-anak mendengarkan cerita dari buku The Midnight Library yang dibacakan oleh Kak Sherlynda. Buku ini mengisahkan seorang pustakawan cilik bersama tiga ekor burung hantu yang menjaga perpustakaan tengah malam bagi hewan-hewan. 

Berangkat dari kisah ini, selanjutnya anak-anak mulai berkreasi membuat diorama perpustakaan sesuai dengan apa yang mereka bayangkan. Anak-anak diberikan kebebasan dalam menumpahkan semua imajinasi mereka. 

Menutup rangkaian kegiatan kali ini, semua peserta yang telah menyelesaikan karya diorama diajak berfoto bersama karya mereka masing-masing, seluruh peserta, serta Kakak-kakak pendamping.  Tak lupa juga, sedikit penutup  berupa sesi refleksi, dimana masing-masing peserta menunjukan dan menjelaskan sedikit tentang karya yang mereka buat.

Antusiasme anak-anak sangat terlihat, terutama ketika mereka semua membawa pulang diorama hasil karya mereka pada kegiatan kali.

Lebih Dari Sekedar Karya, Kolase Memuat Cerita: Pembukaan Pameran The Many Lives of Library and Other Stories 2026

Pada 7 Februari lalu, Pustakalana, Rumah Seni, dan Kolase Ami bersama-sama membuka kegiatan pameran seni berjudul The Many Lives of Library and Other Stories. Pameran ini menghadirkan total 35 karya kolase dari Kak Ami Juandi Husin. 12 karya di antaranya adalah kolase The Many Lives of Library, 12 karya kolase kolaborasi Pustakalana dan Kolase Ami. Dalam kolase-kolase itu, Kak Ami menunjukkan bagaimana Kak Ami menerjemahkan perpustakaan ke dalam kolase-kolase indah, berwarna, dan penuh imajinasi. Tidak hanya itu, Kak Ami juga menggambarkan kehangatan yang bisa kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari dalam kolase-kolasenya yang lain. 

Pembukaan pameran The Many Lives of Library and Other Stories diawali dengan sambutan hangat dari Kak Cindy. Kemudian, acara dilanjut dengan bincang-bincang singkat bersama Kak Ami. Kak Ami menceritakan tantangan-tantangan yang dihadapi selama proses pembuatan karya, seperti saat harus menerjemahkan prompts The Many Lives of Library yang cukup abstrak menjadi sebuah kolase. Meski begitu, prompts yang diberikan juga sekaligus menjadi sesuatu yang menyenangkan, karena membuat Kak Ami bisa bereksplorasi. Kolase-kolase yang dibuatnya bukan hanya soal gunting-tempel-susun, tapi juga berisi ilustrasi-ilustrasi yang Kak Ami buat sendiri.

Melalui pameran ini, Kak Ami ingin menyampaikan bahwa kolase bisa menjadi salah satu bentuk seni yang patut di explore lebih jauh. Terlebih lagi, dalam membuat karya-karya kolase, kita bisa memanfaatkan bahan-bahan yang sudah ada di sekitar kita, seperti Kak Ami yang mendaur ulang kertas-kertas yang telah dipakai dalam karya kolase sebelumnya, atau majalah-majalah tidak terpakai yang ada di rumahnya.

Setelah acara sambutan selesai, para pengunjung dan tamu undangan bersama-sama menikmati 35 karya kolase Kak Ami yang menakjubkan. 

Selain bisa menikmati karya-karya tersebut, para pengunjung juga bisa ikut menempelkan kertas-kertas pada collaborative wall untuk bersama-sama membuat kolase. Disediakan juga selebaran kertas untuk bermain scavenger hunt–mencari potongan-potongan gambar dari kolase yang dipamerkan di Rumah Seni ini. Para pengunjung juga bisa membeli karya-karya seni lainnya yang ada di Rumah Seni.

Acara pembukaan pameran The Many Lives of Library and Other Stories ini seru!