“Mendongeng rasanya seperti berpetualang!” Begitulah ungkapan Kak Za, seorang perempuan muda inspiratif yang sangat peduli dengan minat baca masyarakat. Di kampung halamannya, Kebumen, di sela-sela kesibukannya mendongeng, ia mendirikan sebuah taman baca dan bimbel gratis dengan nama Teras Buku Kebumen (@tebumen). Menurut Kak Za, mendongeng adalah salah satu cara yang menyenangkan dalam menyampaikan isi dari sebuah buku. Yuk, berkenalan lebih jauh dengan Kak Za!

WhatsApp Image 2020-11-06 at 18.56.21
Keseruan adik-adik di Teras Buku Kebumen

Hai, Kak Za! Bisa perkenalkan diri untuk teman-teman Pemustaka?

Halooo teman-teman Pemustaka, nama aku Rezania Fitria, biasanya anak-anak panggil aku Kak Za. Tapi, justru yang terkenal bukan nama Kak Za-nya, melainkan boneka tangan yang biasa dibawa mendongeng, yaitu Bimo dan Mongki, atau boneka lainnya. Aku lulusan Sastra Arab, Universitas Padjadjaran. Selama pandemi ini, kegiatan ku dalam mendongeng masih terus berjalan secara daring, lho!  

Mendongeng secara daring memperingati Hari Maulid Nabi
WhatsApp Image 2020-11-06 at 18.56.21 (2)
Kak Za, adik-adik, dan Boneka Mongki

Selain mendongeng, aku juga sedang bekerja di Kebumen sebagai guru honor dan berwirausaha dengan membuka jasa jahit di @zafikonfeksie. Dari awal bulan Maret lalu, aku sedang menjalankan 2 profesi secara bersamaan, yaitu sebagai guru dan wirausaha, Teacherpreuner. Menjadi guru adalah cita-citaku dari kecil, doain ya! Dan berwirausaha adalah caraku untuk menyejahterakan diri sendiri juga orang lain. Bagiku, menjadi guru itu sangat berpeluang untuk mendapatkan target pemasaran untuk produk yang kita jual karena kita punya audiens yang setiap tahunnya makin bertambah. Targetnya bisa ke anak murid, wali murid, atau kerabat anak murid.

Aku berharap, dua hal yang berjalan beriringan tersebut hasilnya bisa baik bagi aku sendiri dan orang sekitar. Bisa membuka lapangan pekerjaan buat orang lain, dan juga membantu saudara yang belum berkecukupan, tanpa meninggalkan kewajiban sebagai guru di kelas.

Wah, seru banget bisa tetap produktif selama di rumah. Semoga kegiatannya lancar yah, kak! Oh iya, boleh ceritakan awal mula Kak Za mendongeng itu sejak kapan sih kak?

Pertama kali mulai mendongeng itu waktu aku kelas 3 SMK, kebetulan di rumahku di Kebumen, aku bikin taman baca yang aku beri nama Rumah Dongeng Pelangi (sekarang Teras Buku Kebumen @tebumen). Selain nyediain buku untuk dibaca dan dipinjam, aku juga suka bacain bukunya buat anak-anak yang mampir, karena udah punya basic teater dari SMK, pembawaannya aku bikin sedikit drama dengan gaya teatrikal pas bacain bukunya. Dari sana aku mikir, “Wahh.. jangan-jangan ini yang namanya mendongeng”. 

WhatsApp Image 2020-11-06 at 19.10.58
Kegiatan mendongeng di Rumah Dongeng Pelangi

Nah, kegiatan-kegiatanku di taman baca sering aku posting di Facebook, dan dari sanalah awal mula karir mendongengku dimulai. Dibantu dengan kekuatan sosial media, untuk pertama kalinya aku dapet tawaran mendongeng di DT Insani, yaitu organisasi di bawah naungan pesantrennya A A Gym, Daarut Tauhiid. 

Setelah masuk kuliah, aku jadi sering ngisi acara dongeng di Unpad, UPI, ITB, dan sekitaran Bandung. Aku berkegiatan bersama dengan teman-teman dari Puskamling Jatinangor (Perpustakaan dan Kegiatan Mendongeng Keliling) yang sekarang bergabung dengan Desa Produktif Nanggerang, Sumedang. Aku dan tim sering berkegiatan dan mengisi acara mendongeng dari desa ke desa. Untuk biaya, kami dapat support dari Kemenristidikti, hasil dari program PKM-M Unpad. Nah dari sana aku bersyukur banget, dalam sebulan bisa dapat 5 kali atau lebih tawaran mendongeng, jadi bisa nambah uang jajan dan bayar kostan sendiri.

WhatsApp Image 2020-11-06 at 18.22.38
Kegiatan Puskamling di Desa Nangerang

Selain mengisi berbagai acara, aku juga ikut beberapa lomba dengan tujuan supaya bisa mengasah keterampilan dan bikin tantangan buat diri sendiri dalam mendongeng.

Menarik!! Selama mendongeng, kegiatan apa aja yang pernah Kak Za ikuti?

Mendongeng juga banyak jenis kegiatannya, lho, Pemustaka!

Buat Kak Za ada 3 jenis panggung ketika mendongeng. Pertama, mendongeng dengan lembaga profesional. Di sini, ada panggung yang menuntut garapan serius karena ada perjanjian tertulis. Terkadang, Kak Za juga mengajak kolaborasi teman lainnya sebagai gitaris dan violinis, supaya pertunjukannya lebih menarik karena durasinya cukup panjang. 

WhatsApp Image 2020-11-06 at 18.27.28
Kolaborasi Dongeng Musikal di Acara Khotmil Quran, MI Rancaekek

Kedua, mendongeng dengan teman-teman mahasiswa, biasanya kegiatan ini suasananya lebih santai dan mengalir. Contohnya waktu mengisi acara di Fikom Unpad, mendongeng untuk anak berkebutuhan khusus. Acaranya cukup berkesan karena penontonnya adalah anak-anak istimewa yang butuh cara-cara istimewa juga untuk menyampaikan narasi ceritanya. 

Ketiga, mendongeng untuk aksi sosial atau kerelawanan. Tujuannya untuk membantu trauma healing korban khususnya anak-anak yang terdampak bencana alam. Aku dan teman-teman relawan lainnya membantu pemulihan anak-anak korban bencana longsor di Sumedang, banjir bandang di Tarogong, Garut, gempa di Lombok, NTB, dan terakhir itu di Banten pasca tsunami Selat Sunda.

Wah ternyata mendongeng punya banyak jenis kegiatannya ya, kak. Nah, dari sekian banyak kegiatan yang pernah Kak Za ikuti, kegiatan apa yang paling berkesan dan gak terlupakan sampai sekarang, kak?

Kegiatan paling berkesan itu waktu menjadi relawan bencana gempa bumi di Kec. Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat pada bulan Oktober- November tahun 2018 lalu. Selama sebulan di sana, kami para relawan banyak banget dapat pengalaman. Mulai dari mengajar, membantu tenaga kesehatan, program pengadaan air bersih, memperbaiki sarana prasarana, mengadakan pertunjukan budaya, dan kalo malem itu kita sering ngaji bareng sama masyarakatnya. 

Kegiatan trauma healing anak-anak korban gempa Lombok

Momen yang paling mengharukan itu ketika mau pulang ke Bandung. Aku dapat surat dari salah satu anak yang isinya mendoakan segala jenis kebaikan dengan narasi yang tulus banget. Setelah membaca surat itu aku sadar, ada kebahagiaan yang bertambah setiap kali selesai mendongeng. Ada banyak anak-anak yang pengen ketemu lagi dengan kita dan keinginan mereka tersebut secara gak langsung juga mendoakan kita panjang umur biar bisa ke sana lagi. Bahagia yang sumbernya datang dari anak-anak yang belum berdosa.

WhatsApp Image 2020-11-06 at 18.22.20
Surat dari salah satu anak Lombok

Pemustaka juga pasti ikut terharu nih bacanya.. Ohiya, selama mendongeng Kak Za pernah menemui tantangan seperti apa, kak?

Untuk hambatan panggung, biasanya ada anak-anak yang iseng kejar-kejaran, nyeletuk, atau direbut mikrofonnya. Nah, disitu kita gak boleh baper, namanya juga anak-anak, hihi.

Yang harus selalu diingat adalah kalo mendongeng itu seperti ngobrol. Ketika orang yang diajak bicara merasa tidak nyaman pendongeng harus menyiapkan kalimat-kalimat yang mengundang mereka agar perhatiannya balik lagi. Bisa dengan ice breaking, dan membuat aturan atau kesepakatan dengan adik-adik.

Wah… mendongeng penuh sukacita ya, kak! Lalu, arti mendongeng menurut Kak Za sendiri itu seperti apa, kak?

Bagi aku medongeng itu seperti berpetualang, ketemu banyak orang dari berbagai tempat dan jenis kegiatan. Makna mendongeng bagi aku sangat luas, seperti kita menata kehidupan, ada hal-hal yang bikin kita mikir lalu resah dan berharap dengan dongeng ini rasanya ingin ikut serta menata kehidupan diri sendiri dan kehidupan yang kita singgahi ini, menjadi kehidupan yang lebih damai, punya perasaan, dan cinta ke lingkungan dan alam.

Karena cerita atau dongeng itu secara langsung atau tidak langsung punya kekuatan tersendiri dalam menyampaikan pesan kepada pendengarnyaa. Melalui dongeng, kita dapat ikut serta dapat menata kehidupan sosial dengan pendekatan-pendekatan yang lebih bahagia karena manusia itu senangnya mendengar cerita. 

Apa sih harapan Kak Za terkait profesi mendongeng ke depannya?

Harapannya banyakkk!! Semoga para pendongeng selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan selalu istiqomah *istiqomah dong~, terus bisa konsisten dengan apa yang diucapkan di panggung. Karena kebanyakan hal-hal yang diucapkan di panggung itu adalah hal-hal positif, semoga hal positif tersebut bisa terealisasikan juga di dunia nyata.

WhatsApp Image 2020-11-06 at 18.56.19

Semoga suatu hari nanti, profesi mendongeng bisa menjadi sebuah profesi yang diakui di negeri kita tercinta, munculnya pendongeng-pendongeng muda yang bisa menciptakan gerakan-gerakan kecil yang suatu saat nanti bisa jadi gerakan besar. 

Semoga anak-anak Indonesia lebih bahagia lagi dengan hadirnya pendongeng yang bisa menghadirkan tontonan yang jadi tuntunan. Yeay!

Aamiinn.. Semoga apa yang Kak Za harapkan bisa terwujud, ya! Nah, sebelum menutup sesi sharing kita, adakah pesan dari Kak Za untuk teman-teman Pemustaka?

Dunia ini tempat berpetualang yang luas. Jadi, bakal seru kalo kita gunakan untuk belajar banyak hal dan selalu berani menaklukan semua tantangan. Selamat berpetualang teman-teman!!  

Wah senang sekali yaa membaca pengalaman Kak Za! Semoga kita semua selalu bisa mengamalkan nilai-nilai kebaikan untuk diri sendiri dan menebarkannya kepada orang lain. Ohiya! Ingat pesan Kak Za untuk selalu berani menaklukan semua tantangan. Sampai Jumpa di Ruang Inspirasi berikutnya! 🙂 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s